Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Kamis, 29 September 2011

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

PERKEMBANGANINTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER DALAM BIDANG DESAIN GRAFIS

Karya Seni identik dengan suatu yang unik.Oleh karenanya seorang seniman dalam melahirkan karyanya selalu mencari bentuk,bentuk baru. Untuk itu diperlukan sesuatu yang unik. Ini berarti sesuatu yangbelum pernah atau mungkin jarang dipakai oleh seniman lain pada karya-karyasebelumnya.
DesainGrafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikankebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, ataumengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatupermukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuahpesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau medialainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalamdunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Desain Grafis juga merupakan ilmuyang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, ide, konsep,ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baikitu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis adalahsolusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik,baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yangdiwujudkan dalam bentuk komunikasi visual. Sebagaimana layaknya informasi yang disampaikan menggunakan bahasa lisan(suara) yang dapat disampaikan secara tegas, ceria, keras, lembut, penuhgurauan, formal, dan sebagainya dengan menggunakan gaya bahasa dan volume suarayang sesuai, Desain grafis juga dapat melakukan hal serupa. Kita dapatmerasakan sendiri setelah membaca sebuah berita (tulisan), melihat foto atauilustrasi, melihat permainan warna dan bentuk dari sebuah karya design yangberbentuk publikasi cetak, nuansa yang ditimbulkannya. Apakah informasi itutegas, formal, bergurau, lembut, anggun, elegan dan sebagainya.

Kenapa kita dapat merasakan hal itu? Kenapa obyek publikasi itu bisamenimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hinggadimengerti oleh kita sebagai pembaca? Jawabannya adalah karena adanya unsur-unsurdesign dan prinsip-prinsip design yang ada dalam sebuah karya design tersebut,baik disadari maupun tidak disadari oleh pembuatnya.
Secara garis besar, desain grafisdibedakan menjadi beberapa kategori:
1)Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah,poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yangsejenis.
2)Web Desain: desain untuk halaman web.
3)Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4)Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) :merupakan desain professional yang mencakup desain grafis, desain arsitek,desain industri, dan arsitek taman.
5)Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-mediastatis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembanganzaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kalidisebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi puntelah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisaditerapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Desain grafisberkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saatditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg(1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan modeltekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untukmenghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yangmemungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadibagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.Tahun 1450Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu olehPeter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”,“Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456.Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jermanterutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf(tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon.Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknikcetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnikcetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yangmemanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografitersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik inimemungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentukblok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna.Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasanini disebut-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.

Komunikasi Grafis merupakan bidangprofesi yang berkembang sangat pesat sejak Revolusi Industri (abad ke-19)disaat informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan(iklan, kemasan), penerbitan (koran, buku, majalah) dan informasi seni budaya.Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan meningkatnya kesadaran akanmanfaat yang dapat dipetik dari keakuratan penyampaian informasi padamasyarakat.

Perkembangan di atas juga dipacuoleh kesadaran yang makin tinggi pada efektivitas bahasa rupa (visual) dalamkomunikasi masa kini. Bila pada awal munculnya mesin cetak abad ke-15 istilahbidang ini adalah“graphic arts” yang masih dikonotasikan dengan seni, maka abadke-20 istilahnya menjadi “graphic communication” atau juga “visualcommunication”. Hal ini menggambarkan peranan komunikasi sebagai kunci profesidalam bidang ini.

Saat ini peranan komunikasi yangdiemban makin beragam: informasi umum (information graphics, signage),pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan, pelajaran interaktifpendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye sosial) danpemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya istilah“komunikasi visual” sebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya mediayang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan /grafika, filem dan video, televisi, web design dan CD interaktif.

Perkembangan itu telah membuatbidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang sangat marak melibatkan modalbesar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengankesiapan tenaga penunjang pada profesi ini. Karena itu perlu disiapkan suatustandar yang dapat jadi acuan bagi tenaga kerja dalam profesi ini, baik dalamposisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun dalam perencanaan pendidikanpenunjangnya.

Standardisasi yang saat ini dibuattak mungkin menahan laju perkembangan bidang Komunikasi Grafis. Tetapi denganmelihat apa yang telah terjadi baik di negeri orang maupun di negeri sendiri,diharapkan usaha membuat acuan dapat mengantisipasi cukup panjang menghadapiperkembangan bidang ini.

Kata Grafis sendiri mengandung duapengertian:

(1) Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atauKomunikasi Grafis,

(2) Graphishe Vakken (bld=pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika,diartikan sebagai percetakan.

Dalam pengertian ini KomunikasiGrafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengangrafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan statis (tidak bergerakdan bukan time-based images).

Dasar terminologi perlu untukmenjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan Komunikasi Visual.
Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yangmenggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luarruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film/video, internet dll, duadimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based). SedangkanKomunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam lingkup statis,dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika. Dalam lingkupterminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.

Bidang profesi Komunikasi Grafismeliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), mediamassa cetak koran dan majalah, periklanan (advertising), dan biro grafis(graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu komunikasigrafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta /pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang) sebagaiinhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemenpublic relation perusahaan.

Pekerjaan Komunikasi Grafismeliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi, fotografi), olah teks/tipografi(cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks dan images ke dalamrancangan/design yang siap dilaksanakan. Dalam kenyataan di lapangan, situasikegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum diatas. Olah huruf / type design & typography yang di beberapa negara majumerupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi/ olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesitersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). DiIndonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer olehdesainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang olahhuruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang spesialisasiprofesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasigrafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensitersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.

bidang Komunikasi Grafis dipilah menjadi 3 sub-bidang:

1. Desain Grafis: merancang / menyusun bahan (huruf, gambar dan unsur grafislain) menjadi informasi visual pada media (cetak) yang dimengerti publik.

2. Ilustrasi: menampilkan informasi dengan ketrampilan gambar tangan danpenuangan daya imajinasi.

3. Fotografi: menampilkan informasi dengan ketrampilan menangkap cahaya melaluikamera dankepiawaian memilih / mengolah hasil bidikan.

Desain Grafis : yangdikerjakan adalah desain artwork suatu karya, hanya memenuhi permintaan kliensoal desain, dan hanya bergelut di komputer grafisnya saja. Desain KomunikasiVisual: mengerjakan konsep visual & komunikasi suatu iklan ke masyarakat& memikirkan juga bagaimana strategi pendekatan suatu iklan kepadamasyarakat yang jadi targetnya, mengerjakan desain visual / artworknya hanya40% saja, selebihnya diserahkan ke bagian desain grafis. Karena kalau kitaperhatikan, yang perguruan tinggi sekarang menggunakan istilah DKV, sedangkanyang kursus-kursus menggunakan istilah desain grafis. Yang membingungkan lagikenapa lulusan PT setelah lulus menamakan dirinya sebagai desainer grafisbukannya desainer komunikasi visual?
Sebenarnya masalahperubahan nama dari Disain Grafis menjadi Disain Komunikasi Visual di dalamnegeri itu, lebih disebabkan oleh tuntutan industri saja. Isi pelajarannya ditambah dan targetnya diperluas. Graphic Design lebih mengacu pada profesi yangsudah lebih dulu ada, sewaktu ruang lingkup seorang disainer ‘pesan visual’lebih banyak di media cetak. Karena ‘pesan visual’ itu berwujud gambar(graphic) maka disebut Desainer Grafis.
Seiring berkembangnya waktu, muncul media baru sehingga sebuahpesan visual tidak lagi hadir di media cetak saja tapi juga di media elektronikseperti film dan TV dan akhirnya di media interaktif seperti web. Media-mediabaru ini tentunya membutuhkan disain yang berbeda di banding media cetak dankarena posisi media elektronik dan interaktif di tengah masyarakat untuksaat-saat ini lagi hot sehingga disainer pasti banyak dibutuhkan.
Sekolah sebagaipencetak disainer-disainer baru tentu harus mau menjawab kebutuhan industri,sehingga ada penambahan materi baru agar siap mencetak disainer komunikasivisual. Hal itu dilakukan misalnya dengan penambahan kredit mata kuliah audiovisual, komputer grafis, disain web dsb.

Saat ini ada beberapa software yangdigunakan dalam desain grafis:
1.DesktopPublishing
Adobe Photoshop
Adobe Illustrator
Adobe Indesign
Coreldraw
GIMP
Inkscape
Macromedia Freehand
2.Webdesign
Macromedia Dreamweaver
Microsoft Frontpage
Notepad
3.Audiovisual
Adobe After Effect
Adobe Premier
Final Cut
Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
4.Rendering3 Dimensi
3D StudioMax
Maya
AutoCad


0 komentar:

Posting Komentar